Showing posts with label cyber security. Show all posts

Antara AADC seri-2 dan AADS seri-100an

Siapa yang tahu apa itu AADC ?
Siapa yang tahu apa itu AADS ?

Anak-anak Aleppo Suriah menjadi korban perang

Kalian terlalu sibuk mikirin "Ada Apa Dengan Cinta (AADC)" hingga tak tahu "Ada Apa dengan Suriah (AADS)"

Tidak fair rasanya kalau kita hanya mencari tahu, membaca cerita, dan kemudian rame-rame menonton AADC yang hanya 2 seri.  Sedangkan AADS sudah ratusan seri terjadi, tapi kita tidak peduli.

Suriah sebelum terjadinya perang

Tahukah Kalian kalau lebih dari 200 kali serangan udara sudah mendarat di Aleppo, Suriah. Stasiun pemompa air mendapat 2 serangan udara kemarin malam, suplai air bersih terputus. Selama 8 hari dilaporkan 260 serangan udara,110 serangan artileri 18 Rudal dan 68 bom. 250  warga sipil (Kaum muslimin) dibunuh. Wanita dan anak-anak dibunuh, rumah sakit dan masjid di bom. Menurut saksi mata dari Aleppo, ini adalah serangan paling brutal sejak perang dimulai.


Kemana para aktivis HAM (Human Rights) ? Kemana orang2 yang mengaku Aktivis Cinta perdamaian?

Suriah sedang butuh pertolongan kita, bisa melalui doa atau bantuan dengan mengirimkan infaq terbaik melalui penyalur2 Infaq yg ada disekitar kita. Serta jangan lupa Share + posting berita2 seputar penyerangan membabi buta di Syria, jangan biarkan berita-berita itu hilang tertelan cerita film, cerita politik, dan sebagainya.


Sebelum dan setelah perang

#SaveAleppo
#SaveSyria
#AleppoisBurning
#PrayforAleppo

** Syria = Suriah

Mengapa Yahudi Mengincar Anak-anak Palestina?

Holocaust in Palestine itu sudah mencapai lebih dari 1200 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak. Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka.
Biadab. Tentara Izrael menodongkan senjata ke anak-anak Palestina

Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza. Seperti yang diketahui, setelah lewat dua minggu, jumlah korban tewas akibat penyerangan tersebut, yg tentunya sangat berat sebelah.

Sebulan lalu, seusai Ramadhan 1429 Hijriah, Khaled Misyal, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz Alquran. Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.
Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan Alquran. Tak ada main video-game atau mainan-mainan bagi mereka. Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena akibat ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.
(sa/ eramuslim.com)