Showing posts with label internasional. Show all posts

Foto-foto Bom Mobil di dekat Masjid Nabawi, Madinah

Ledakan bom di Madinah Arab Saudi, menggegerkan jutaan umat Islam di seluruh dunia. Bom Madinah meledak Senin (4/7/2016) malam waktu setempat atau Selasa (5/7) dini hari WIB.

Bom Madinah meledak di dekat Masjid Nabawi, komplek makam Nabi Muhammad SAW. Bom tersebut meledak ketika ribuan umat Islam sedang buka puasa di Masjid Nabawi, Madinah.











Tragedi Kebohongan Bom Madinah diungkap oleh WNI yg sedang Umrah di Masjid Nabawi

Tragedi bom Madinah menganggu ketentraman umat Islam yang tengah menjalankan Ramadhan jelang Idul Fitri. Banyak informasi simpang siur atas tragedi bom yang dikabarkan meledak di dekat Masjid Nabawi.

Seorang warga negara Indonesia (WNI), Fathuddin Ja’far, menulis panjang fakta-fakta seputar tragedi bom di Madinah.


Berikut tulisan Fathuddin Ja’far atas peristiwa pemboman di Madinah.

Bom di Madina, Finah Apalagi yang Diarahkan kepada Umat Islam?

Berita bom yang terjadi di Madinah tadi saat berbuka tersebar secepat kilat ke seluruh penjuru dunia dan menjadi berita terbesar sejagad melebihi apa yg terjadi di Turki beberapa hari lalu.

Banyak pesan singkat masuk dari sahabat di tanah air menanyakan kabar kami karena mereka khawatir kami terganggu kenyamanan ibadah ataupun bisa kena musibah. Semoga Allah lindungi…

Kami yang setiap hari berbuka di dalam Masjid Nabawi atau di pelatarannya dengan jumlah sekitar 2 juta shoimin dan mu’takifin tidak terganggu sama sekali dan bahkan salah seorang sahabat i’tikaf sempat mensyuting peristiwa tersebut dan terlihat cukup jauh dari lokasi Masjid Nabawi. Kami hanya melihat kepulan asap spt ada kebakaran di seberang Baki’, makam para Sahabat Rasulullah. Tak ada suara ledakan apapun yg terdengar.

Saking jauh dan tidak mengganngunya peristiwa tersebut, shalat Isya dan tarawih berjalan seperti biasa. Saya sengaja masuk ke dalam Masjid Nabawi sehingga mendekati posisi Raudhah. Tak ada seorangpun yang saya temukan berdiskusi masalah bom tersebut, apalagi dalam keadaan bingung.

Sebab itu saya berkesimpulan: Jangan-jangan mereka gak tau ada peristiwa tersebut karena memang jauh dari areal Masjid Nabawi.

Naluri media dan teori konspirasi saya muncul saat pesan-pesan singkat masuk ke hape via WA yang isinya mengkhawatirkan atau meverifikasi apakah benar ada bom meledak di Masjid Nabawi.


Tentu saya kaget tak kepalang. Saya langsung putuskan untuk shalat tarawih 8 rakaat saja dan segera keluar dari Masjid Nabawi sambil memfoto dan merekam suasana shalat taraweh malam yg ke 30 di Masjid Rasul yg sanagt dicintai umat Islam itu. Saya foto sejak dari dalam sampai keluar Masjid dan suasanaya sedikitpun tdk berubah dari malam-malam sebelumnya.

Saya buka internet sambil jalan. Ternyata dunia maya sudah heboh sekali. Sampai saya di kamar hotel tempat kami memginap stasiun tv Al-Rabiya, milik Yahudi yang sangat populer beberapa tahun belakangan yang muncul sengaja menyaingi Al-Jazeerah.

Filing media dan konspirasi saya benar. Saya lihat pembawa berita live sedang mewawancara Menteri Wakaf Mesir dan beberapa pengamat masalah Timur Tengah lainnya via telpon. Semua mereka mengutuk kejadian bom tersebut.

Ada beberapa hal dan fakta yg membuat saya yakin bahwa umat Islam (khususnya sejak kasus WTC 2001) sedang mengahadapi konspirasi tingkat tinggi yg sedang dijalankan oleh kelompok anti Islam global :

1. Beritanya sangat dibesar-besarkan dan diekspos sedemikian rupa secara serentak oleh seluruh media, termasuk medsos bersamaan dengan saat peristiwa bom terjadi. Seakan mereka sudah saling tau atau tukar informasi sblm kejadian. Begitu juga dg kejadian2 bom di wilayah lain di seluruh negeri Mulism.

2. Pembawa berita di tv Al-Arabiya dan semua tokoh yg diwawancara langsung dapat memastikan pelakunya, yaitu yang mereka namakan kelompok teroris Islam. Padahal penyelidikan dari pihak berwajib di Saudi belum memulai kerjanya.

3. Baik materi berita yg diangkat, redaksi wawancara dan runing teks di tv Al-Arabiya sangat propokatif dan terlihat sekali kebohongannya, seperti : Para teroris itu tdk ada agamanya karena mereka berani membom tempat-tempat suci, bahkan di depan pintu Masjid Nabawi. Sebab itu, dunia internasional harus bekerjasama menghadapi/memerangi mereka dan berbagai ungkapan lainnya.

3. Seperti biasa, provokasi dan kebohongan itu mereka dukung dg tampilan rekayasa gambar dan vidio kejadian.

Saya katakan pada sahabat yg nonton Al-Arabiya bersama, demi Allah, ini adalah kebohongan media kaum kafir kapan saja dan di mana saja. Bom yg terjadi jauh dari Masjid mereka syuting dari arah gerbang utama Masjid Nabawi. Kemudian dizooming sehingga sekakan kejadiannya di samping Masjid Nabawi dan pembawa beritanya bilang: Bom terjadi depan pintu gerbang Masjid Nabawi.

Kalau ucapan perempuan pembawa acara itu benar, kami mungkin sudah luka atau mungkin juga tewas karena dari sebelum berbuka sampai shalat magrib tadi puluhan ribu jamaah persis berada depan gerbang utama Msjid Nabawi karena tidak bisa masuk ke dalam saking banyaknya jamaah.

Dari kejadian bom Madinah ini, saya semakin yakin bahwa umat Islam sekarang sedang menghadapi fitmah dan konspirasi dari segala arah yang sangat luar biasa dari musuh-musuh Allah dan musuh-musuh mereka dg menggunakan segala cara keji dan kebohongan agr umat ini tdk bisa bangkit dari kelemahan dan keterpurukan mereka.

Sebenarnya hal tersebut sangat wajar karena Allah dan Rasulullah telah mengingatkan akan hal tsb dlm banyak ayat dan hadits..

Pertanyaanya ialah: Kapan umat ini, wabil khusus para pemimpin negeri Muslim sadar? Hanya Allah Yang Maha Tahu.

Kemudian, yakinlah rekayasa dan konspirasi kaum kafir dan para bonekanya tdk akan selalu berhasil karena mereka pada hakikatnya sdg berhadap2an dg Allah yg MAHA DAHSYAT REKAYASA-NYA karena di Tangn-Nya kendali jagad raya ini.

Yaa Allah aku sudah sampaikan… Aku sudah sampaikan… Aku sudah sampaikan. Maka saksikanlah….

Samping Masjid Nabawi, Malam 30 Ramadhan 1437 H

Hamba-Mu yg berharap ampunan, kasih sayang dan syurga-Mu

Fathuddin Ja’far

Janji Allah. RIBUAN MALAIKAT MENDOAKAN ORANG YANG DICACI MAKI

RIBUAN MALAIKAT MENDOAKAN ORANG YANG DICACI MAKI

Suatu hari, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bertamu ke rumah Abu Bakar Ash-Shidiq. Ketika bercengkrama dengan Rasulullah, tiba-tiba datang seorang Arab Badui menemui Abu Bakar dan langsung mencela Abu Bakar.
Makian, kata-kata kotor keluar dari mulut orang itu. Namun, Abu Bakar tidak menghiraukannya. Ia melanjutkan perbincangan dengan Rasulullah.

Melihat hal ini, Rasulullah tersenyum.

Kemudian, orang Arab Badui itu kembali memaki Abu Bakar. Kali ini, makian dan hinaannya lebih kasar. Namun, dengan keimanan yang kokoh serta kesabarannya, Abu Bakar tetap membiarkan orang tersebut. Rasulullah kembali memberikan senyum....
Semakin marahlah orang Arab Badui tersebut.


Untuk ketiga kalinya, ia mencerca Abu Bakar dengan makian yang lebih menyakitkan.
Kali ini, selaku manusia biasa yang memiliki hawa nafsu, Abu Bakar tidak dapat menahan amarahnya. Dibalasnya makian orang Arab Badui tersebut dengan makian pula.
Terjadilah perang mulut. Seketika itu, Rasulullah beranjak dari tempat duduknya. İa meninggalkan Abu Bakar tanpa mengucapkan salam.

Melihat hal ini, selaku tuan rumah, Abu Bakar tersadar dan menjadi bingung. Dikejarnya Rasulullah yang sudah sampai halaman rumah.

Kemudian Abu Bakar berkata,
"Wahai Rasulullah, janganlah Anda biarkan aku dalam kebingungan yang sangat. Jika aku berbuat kesalahan, jelaskan kesalahanku!"

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menjawab,
"Sewaktu ada seorang Arab Badui datang dengan membawa kemarahan serta fitnahan lalu mencelamu, kulihat tenang, diam dan engkau tidak membalas, aku bangga melihat engkau orang yang kuat mengahadapi tantangan, menghadapi fitnah, kuat menghadapi cacian, dan aku tersenyum karena ribuan malaikat di sekelilingmu mendoakan dan memohonkan ampun kepadamu, kepada Allah Ta'ala.
Begitu pun yang kedua kali, ketika ia mencelamu dan engkau tetap membiarkannya, maka para malaikat semakin bertambah banyak jumlahnya.

Oleh sebab itu, aku tersenyum.
Namun, ketika kali ketiga ia mencelamu dan engkau menanggapinya, dan engkau membalasnya, maka seluruh malaikat pergi meninggalkanmu.Hadirlah iblis di sisimu.
Oleh karena itu, aku tidak ingin berdekatan dengan kamu aku tidak ingin berdekatan dengannya, dan aku tidak memberikan salam kepadanya."

Setelah itu menangislah Abu Bakar ketika diberitahu tentang rahasia kesabaran bahwa itu adalah kemuliaan yang terselubung...

Semoga kita semua tergolong orang-orang yang Sabar dan berakhlak yang luhur. Aamiin

Ratusan Bus di kota-kota besar UK Membawa Tulisan SUBHANALLAH

The slogan reads ‘Subhan Allah’ – which translates as ‘Glory be to God’ – and feature on hundreds of buses across the country as part of a campaign by the Islamic Relief.

Ratusan bus di sejumlah kota di Inggris membawa poster iklan bertuliskan SubhanAllah yang diprakarsai oleh Islamic Relief. Ini dilakukan untuk menyambut bulan suci Ramadan dan menunjukkan citra positif Islam serta mengumpulkan dana bagi korban perang di negeri Muslim.


Poster iklan itu dapat dilihat di bus-bus kota London, Manchester, Leicester, Birmingham dan Bradford, yang memiliki jumlah penduduk Muslim terbanyak di wilayah Inggris.




Islamic Relief mengatakan, poster iklan itu diharapkan dapat dijadikan sarana untuk pengumpulan dana bagi korban perang dan bencana di negara-negara seperti Suriah dan menghapus citra negatif Islam.


The group have targeted the ad campaign to raise money for victims of the Syrian Civil War during the holy month of Ramadan in June, when muslims traditionally fast and give to charity.

"Banyak hal negatif di sekitar Muslim. Kami ingin mengubah persepsi tentang Islam. Kampanye ini adalah tentang merobohkan segala hambatan dan kesalahpahaman," ujar direktur Islamic Relief, Imran Madden.
According to Huffington Post, Islamic Relief, the biggest Muslim charity in Britain, is funding  for the campaign. The charity argued that the campaign would portray Islam and international aid in a positive way.  The organisers are hoping that the campaign will inspire the Muslims to channel their anger over Syrian war into humanitarian efforts.
Islamic Relief telah membantu lebih dari 100 juta orang di seluruh dunia sejak didirikan di Birmingham 1984 lalu. Lebih dari 140 juta poundsterling atau setara Rp 2,7 triliun dana bantuan telah mereka kirim ke Syiria.

Website Panduan Bagi Calon Mahasiswa yang Belajar ke UK/Inggris

Ada 2 website yang bisa dijadikan sebagai panduan Bagi Calon Mahasiswa yang Belajar ke UK/Inggris. Penulisnya adalah mahasiswa PhD di salah satu universitas di Inggris dan tinggal di sana selama lebih kurang 5 tahun. Dia tinggal bersama keluarganya, jadi bisa dijadikan juga untuk referensi bagi pelajar/mahasiswa yang mau mengajak keluarganya tingggal di UK selama studi.

2016-indonesian-weekend-london-from-balilondon

Misalnya bagaiman mendaftarkan anak-anak ke sekolah di UK, bagaimana mendaftarkan ke sarana kesehatan bagi keluarga, mencari SIM di UK, dan masih banyak lagi, termasuk jalan-jalannya.

Bagaimana serunya petualangan mereka, ikuti pengalaman mereka tinggal di UK
2 Website rujukan itu adalah www.BaliLondon.id dan www.Yogya.win

Silahkan kunjungi www.BaliLondon.id dan www.Yogya.win ya. Semoga bermanfaat

Subhanallah, Alumni IPB Pro-Rakyat Miskin, Biayai Seluruh Mahasiswa Baru yg Tidak Mampu


IPB BERSATU

"Keajaiban selalu datang pada orang-orang yg mempercayainya."

Kalimat itu menjadi kenyataan di sepanjang minggu di awal bulan Juni ini.
Keajaiban demi keajaiban melimpah ruah dialami oleh segenap Masyarakat IPB.

Semua berawal ketika Rabu tanggal 1 Juni lalu, ribuan calon mahasiswa baru (camaba) IPB tiba memenuhi halaman Kampus Darmaga.


Kabar tak enakpun meruak, dan membuat kami semua tersentak.
Ratusan camaba dari seluruh pelosok negeri itu terpaksa mengurungkan niat untuk menimba ilmu di Kampus Rakyat.


Kampus yg menjadi idaman bagi banyak anak-anak petani, pekebun, nelayan, buruh, pelayan warteg dan ratusan pekerja informal lainnya ini, tak mampu menyediakan beasiswa bagi mahasiswa tak mampu, sebesar beasiswa tahun-tahun lalu.

Ratusan tubuh-tubuh muda dikabarkan terkulai lesu. Wajah-wajah sederhana yang terlihat lemah karena panjangnya perjalanan yg harus ditempuh dr kampung halaman mereka itu, luluh terkulai di bumi Darmaga.
Mereka hanya bisa memandang sendu gedung-gedung megah nan teduh di hamparan tanah nan luas itu, dan harus mengucapkan selamat tinggal tanpa pernah memiliki kesempatan untuk merasakan duduk di jajaran kursi di dalamnya.
Harapan untuk memakai jaket almamater biru tua berhiaskan bordir kuning di dada itu, disadari hanyalah sebuah khayalan tingkat tinggi yg harus segera dihempaskan karena tidak tersedianya dana.

Sebagian calon mahasiswa baru masih tak percaya bahwa perjalanannya berakhir sia-sia, sebagian lagi memutuskan untuk segera membawa tubuhnya kembali ke kampung halaman, dan mengabarkan kepada handai taulan bahwa menjadi mahasiswa adalah impian. Sebuah angan-angan yg sulit menjadi kenyataan.

Kabar pilu dari Kampus Rakyat tempat kami dulu bersuka cita itu, secepat kilat menerobos masuk ke halaman grup-grup Alumni IPB di Wa, BlackBerry, dinding Facebook, Line dan media sosial lainnya.
Pagi yg biasanya ceria dan diawali kalimat-kalimat sapaan indah berbalut semangat,
kali ini berubah menjadi kalimat-kalimat berisi kabar sedih yg membuat kami semua terhenyak menghentikan aktifitas.
Paragraf demi paragraf singkat berisi kabar pedih tentang kondisi di Kampus Darmaga itu, sukses membuat pikiran kami tepekur membeku dengan lidah kelu.

Bagaimana mungkin ratusan calon mahasiswa berprestasi yg sudah lolos tes SNMPTN dengan mengalahkan ribuan kandidat mahasiswa lainnya yg sama-sama memimpikan IPB itu, harus gigit jari hanya karena ketidakmampuan mereka membayar Uang Kuliah Tunggal...??


IPB adalah kampus idaman rakyat. Pohon-pohon randu di halaman Kampus Baranangsiang, selasar-selasar panjang di Kampus Gunung Gede, ruang-ruang praktikum di Kampus Taman Kencana, dan ribuan pohon rindang yg menaungi para mahasiswa dari guyuran gerimis sepanjang hari di Kampus Darmaga, selama puluhan tahun telah menjadi saksi tanpa kata dari cucuran keringat para mahasiswa melarat, yg memahat impiannya di sepanjang dinding kampus.


Pun tak kurang ada anak presiden, anak menteri, dirjen, dirut Bumn, ilmuwan tersohor, maupun anak2 pemilik perusahaan besar yg menimba ilmu disana.
Kami semua bercampur baur dalam perkuliahan dan praktikum yg intens, sampai umumnya kami sulit membedakan teman-teman kami itu anak siapa....

Dengan semua keberagaman yg telah menjadi Jati Diri IPB itu,
apa jadinya jika calon mahasiswa baru dr keluarga miskin yg hanya berbekal ongkos naik kapal dan bus itu, harus rela mengubur impiannya dalam-dalam...??

Apa jadinya sebuah kampus tanpa keaneka-ragaman latar belakang manusia yg menjadi penghuninya,
apa artinya sebuah ilmu jika hanya dimiliki oleh kaum mampu,
bagaimana nasib kebijakan sebuah negeri jika intelektualnya dicetak dari kaum borju yg miskin empati,
akan menjadi apa dunia bila sebuah nestapa berlalu begitu saja tanpa ada bantuan upaya dari yg berpunya,
dan apa gunanya menjadi manusia berharta jika tak ada manfaatnya bagi sesama...?

Di pagi hingga malam tanggal 1 Juni itu, notifikasi di grup Wa riuh tak berhenti.
Semua sibuk menggali informasi, saling mengabarkan kenyataan bahwa alokasi beasiswa Bidik Misi (BM) bagi mahasiswa baru IPB yg biasanya untuk 800-1.100 orang camaba, tahun ini dipangkas ringkas menjadi hanya 270 camaba.

Sebuah data menyebutkan, diakuinya 25 PTN baru oleh Pemerintah menjadikan dana pendidikan yg ajeg persis tahun lalu, menjadi kian cupet.
Sebuah Kebijakan Nasional yg membuat warga IPB terpana.
Kabar haru-biru dari tanah Darmaga itu menyentak keheningan dan kesadaran kami sebagai manusia.

Data-data yg berisi Nama Camaba, asal sekolah, daftar prestasi, dan latar belakang mereka yg berasal dr keluarga papa pun berhamburan di chat room media2 sosial alumni,
gambarannya begitu jelas terpapar di depan mata.

Mereka adalah si anak yatim, si pemilik ayah penderita stroke, si anak kesekian dari saudara kandung yg bejibun di keluarga miskin, atau si anak korban Phk orang tua.
Berbagai informasi tentang miskinnya keluarga para pencari beasiswa itu, menjadi menu sarapan hingga menu makan malam ribuan Alumni IPB hari itu...


Kemiskinan bukan hanya sebuah nasib.
Kemiskinan adalah sebuah kezoliman jika orang-orang yang mengetahuinya memilih untuk berdiam saja.
Tiba-tiba, entah siapa yg memulai, di dalam grup angkatan sebuah fakultas tertulis "Ambil mereka sebagai anak-anak asuh kita. Entah bagaimana nanti jalan kita mencarikan dananya, jangan sampai mereka kembali ke kampung halaman dengan tangan hampa...!"

Yang lainnya pun mengiyakan, "Hak mereka ada di dalam rejeki kita. Ini bukan berbagi kesedihan, tapi inilah kesempatan indah untuk menyatukan kita..."
Dalam menit yg sama, semuanya serentak saling bersahutan:
"Tolong siapapun yg berada di Darmaga, panggil mereka kembali..!!"
"Jangan biarkan anak2 tak mampu itu sampai menaiki bus, kereta dan kapal kembali. Kami para Alumni tak akan membiarkan mereka berjuang sendiri, karena sekali mereka lolos diterima masuk ke IPB maka mereka adalah saudara-saudara kami."
"Kabarkan segera kepada mereka, kami tak akan membiarkan saudara kami menangis dalam ketidakberdayaan, setiap tetes air mata mereka adalah kumpulan asa-asa yg harus bisa kami wujudkan...."

Begitulah,
hari itu tak henti kami menanti kabar baru di halaman grup Wa, Bb, Line, maupun Fb yg kami ikuti.
Air matapun menetes deras setiap kali ada teman yg mengabarkan keikhlasannya untuk mentransfer sejumlah dana. Banyak di antara teman2 yg masih berjuang untuk kelangsungan kehidupannya masing2, tapi itu tak menyurutkan semangat kepedulian mereka, "Biarkan kami membantu adik2 itu, dan kami akan membiarkan Allah menolong kami."

Hari itu IPB Memanggil seluruh Alumninya untuk bersatu.
Kami semua sepakat, Almamater kami yg didirikan berpuluh tahun lalu sebagai Kampus Rakyat, harus tetap menjadi tempat bersemayamnya harapan dan mimpi rakyat.

Deretan kalimat berisi angka2 rupiah pun bertaburan di halaman2 WA, nilai berlembar2 kertas merah-pun tercatat melalui komitmen alumni di berbagai inbox, dan segera berderet masuk realisasi data2 transfer ke berbagai rekening yg dikelola Himpunan, Ikatan, Paguyuban, Grup, atau apalah namanya perkumpulan para Alumni IPB itu.
Kami membayangkan betapa sibuknya para malaikat mencatat seluruh amal kebaikan dari alumni yg seringkali tak mau disebutkan namanya itu.


Langit yang terik di atas Darmaga hari itu menjadi saksi tawa dan tangis anak2 dari keluarga papa.
IPB Memanggil mereka untuk kembali mendaftar, dan meminta mereka melebihkan kesabarannya untuk menanti kecukupan dana bagi mereka.
Tanggal 2 Juni sebenarnya adalah hari terakhir pembayaran,
namun silang kata dan kegetiran pun melingkupi ruang2 rapat di dekanat dan rektorat. Merekalah yg menentukan kebijakan, mereka pula yg mengetahui keadaan dapur universitas.

Mereka tentu ingin IPB menjadi gerbong besar sebuah rangkaian Kereta Rakyat, yg melaju kencang menuju masa depan, sambil tetap menyediakan sebanyak mungkin kursi kepada penumpang cerdas berkualitas, tanpa perlu peduli pada berapa kemampuan mereka untuk membayar tiketnya. Tapi di lain sisi, IPB adalah sebuah institusi besar yg harus tetap menjaga kualitasnya,
dibutuhkan dana besar untuk menghasilkan lulusan yg kreatif dan diakui dunia.

Di tengah detik2 yg menegangkan, menjelang terbenamnya matahari sore terbitlah keputusan bahwa batas waktu pembayaran Uang Kuliah Mahasiswa Baru diundur menjadi tanggal 8 Juni.
Kembali berita gembira itu ribuan kali di-share, mendominasi info terkini menutup percakapan di grup2 alumni hingga malam.

Seharian itu semua lelah berdiskusi. Sebelum memejamkan mata, teman-teman sepakat untuk berjibaku mengabarkan berita itu ke seluruh alumni yg tidak masuk ke dalam grup2 medsos. Target 1,2 miliar rupiah dana yg dibutuhkan, harus dapat terkumpul dalam waktu 1 minggu.
Terbayang betapa suka citanya para malaikat mencatat berbagai kebaikan yg sudah terlaksana di hari itu, dan bermacam niat tekad kuat untuk hari esok.

Hari-hari selanjutnya, segenap Alumni IPB terus berdoa meminta Allah agar meridhoi ikhtiar untuk membayar UKT bagi 400 lebih Camaba yg ditolak pengajuan beasiswa Bidik Misinya.
Ruang2 chat terus penuh dengan berbagai info baru, sms terus datang dan pergi, telepon pun tak henti berdering memanggil teman2 alumni untuk mengabarkan Perhelatan Akbar Alumni IPB ini, dan bersama berbagi bahu menyelamatkan anak2 pemilik masa depan.

Memang tidak semua yg mengajukan beasiswa BM adalah mahasiswa yg layak memperoleh beasiswa.
Dari hasil verifikasi, diketahui ada sebagian yg dinilai masih mampu membiayai kuliahnya secara mandiri, dan sebagian lagi memang harus diselamatkan karena mereka tak mampu menyelamatkan dirinya sendiri.
Salah satu camaba yg menggapai membutuhkan pertolongan adalah Agni Mulia yg ayahnya menderita stroke sehingga tidak lagi bekerja. Ia harus melunasi UKT sebesar 10,7 juta.

Ada lagi kisah ngenes dari Yulianti Ratnasari.
Ia adalah gadis teramat sederhana dari pelosok Ciamis, yang diangkat anak oleh sebuah keluarga buruh tani miskin.
Yuli diasuh oleh seorang ibu angkat yg pekerjaannya hanya menjadi tukang mencabut rumput di sawah milik tetangga,
ayah angkatnya telah bertahun lumpuh dan tergolek tak berdaya, ditambah seorang nenek angkat yang sudah lama menderita sakit tua.
Mereka adalah keluarga melarat yg memungut Yuli, saat ayahnya meninggal tanpa mewariskan harta apapun ketika Yuli kecil masih berusia satu setengah tahun.
Sang Ibu saat itu memutuskan untuk pergi menikah dengan lelaki miskin lainnya, yang membuatnya tak mampu membawa serta kedua buah hatinya.
Hanya si sulung yg sanggup dibawa sang ibu, dan meninggalkan bayi Yuli pada sebuah keluarga miskin yang bersedia mengulurkan kasih untuk merawatnya.
Yuli gadis yg tangguh. Ia bertanam bayam dan cabe di halaman rumah yg tak seberapa.
Hasilnya dijual untuk ongkos ojek ke sekolah, karena angkot tak masuk ke desanya.
Yuli terbiasa tak membawa uang jajan, tapi ia biasa membawa pulang prestasi dari sekolah.
Yuli terus berusaha mengukir indah cerita hidupnya, ia percaya bahwa kecerdasan bisa mengalahkan kemiskinan yg telah menjadi identitasnya sejak lahir. Ia pun yakin bahwa suatu hari Allah akan jatuh hati pada kesabarannya.

Kabar tentang diterimanya Yuli melalui jalur undangan ke IPB diterima dengan suka cita, meski ketiadaan biaya membuat Yuli dan ibunya tak mungkin bisa berangkat ke Bogor.
Apalagi di surat itupun disebutkan bahwa Yuli harus langsung membayar UKT sebesar 2,7 juta karena pengajuan beasiswa Bidik misinya ditolak.
Tapi kakak-kakak kelas Yuli yg tergabung dalam Organisasi Mahasiswa Daerah (Omda) Ciamis terus mendesak Yuli agar segera mencari biaya untuk pergi ke Bogor. Mereka tahu bagaimana prestasi Yuli selama ini, dan membujuknya untuk tak menyerah pada nasib. "Cukuplah kamu membawa ongkos bus saja, soal biaya lainnya biarlah kita perjuangkan bersama disini..."
Jadilah ibu Yuli berhutang ke tetangga, dan pergilah Yuli dan ibunya memulai petualangan mereka, yaitu melakukan perjalanan jauh dari kampung halaman untuk pertama kalinya.
Di sepanjang perjalanan keduanya mabuk darat bergantian, diguncang badan bus yg menari-nari menyanyikan harapan bagi keduanya.
Dan sang ibu yg tak bisa berbahasa Indonesia itupun berkali2 menangis, mengkawatirkan ikhtiar mereka jika sampai berakhir sia-sia.

Selama 2 hari Yuli dan ibunya ditampung di sebuah rumah kost sederhana di sebuah gang sempit, yg dihuni para kakak kelas dari Ciamis.
Kakak-kakak kelas sekampungnya itulah yg bergotong-royong memfoto copy berbagai persyaratan administrasi bagi Yuli, dan berpatungan membelikan nasi dan lauk untuk pengisi perut Yuli dan ibunya.
Tapi rasa optimis berubah menjadi gundah, tatkala Omda Ciamis tak kunjung mendapatkan donatur untuk membayari kuliah Yuli.

Harapan pun kandas, lembar-lembar nilai dan sertifikat prestasi Yuli yg ia perjuangkan sejak SD hanya akan menjadi catatan usang di sudut kamarnya yg sederhana.

Rabu 1 Juni itu Yuli telah meluruhkan harapannya, dan ia harus segera bersiap-siap mengejar bus di malam hari, karena tak bisa lama meninggalkan ayah dan neneknya yg sakit tak berdaya di rumah.
Semua jalan terang untuk meraih gelar sarjana sudah tertutup, saat tiba-tiba hp jadulnya berdering, memunculkan sebuah nomor tak dikenal. Yuli tak bisa menjawab panggilan itu, hp bututnya hanya bisa untuk ber-sms karena speakernya telah lama rusak.

Tak lama kemudian muncul sebuah sms yg berbunyi :
"Assalamuallaikum ananda Yulianti. Saya Nusirwan alumni Fpik angkatan 24. Kami teman2 alumni berniat membantu beasiswa ananda....",
dan Masya Allah, terbayangkan detik-detik selanjutnya adalah luapan kebahagian yg tak terkira bagi Yuli dan ibunya.

Tangan Allah bekerja tuntas mengubah semua keadaan, membayar seluruh kerja keras dan kesabaran yg dilakukan selama ini.
Si anak yatim itu sekaligus dihadiahi banyak orang tua angkat.

Suara tang ting tung di grup WA masih terus berlanjut, ada yg memberikan laptop untuk kebutuhan kuliah Yuli, ada yg mentransfer dana untuk kebutuhan bulanan hingga 2 tahun ke depan, ada yg telah memesankan kamar kost untuknya setelah keluar dari asrama bersama IPB di tahun depan, dan ada yang mengirim Hp android agar semua orang tua angkat Yuli itu bisa terus memantau perkembangan kuliahnya kelak.
Semua ingin mengawal pendidikan si anak yatim dan memastikannya kelak lulus kuliah, agar ia bisa mengeluarkan keluarganya dari kemiskinan, dan supaya kerja kerasnya bisa menjadi inspirasi bagi pemuda-pemudi di desanya untuk tak padam semangat dalam mengejar impian pendidikan.

Keajaiban yg dirasakan Yuli, juga terjadi pada ratusan mahasiswa baru IPB lainnya.
Himpunan Alumni melalui organisasi2 underbownya di tingkat himpunan fakultas, himpunan jurusan, Ikatan Alumni di media sosial, Paguyuban Angkatan dan grup2 besar maupun kecil di daerah, selama satu minggu pertama di awal bulan Juni ini berhasil menghimpun dana sosial sebesar 1,25 miliar rupiah.
Para alumni bersatu membantu biaya adik2 kelas yg sebenarnya tidak pernah sekali pun mereka kenal.
Mereka sepakat, ilmu harus terus mengalir deras dan tak boleh kalah dari nasib buruk akibat jeratan kemiskinan.

Kampus IPB kembali sumringah menyambut mahasiswa2 berprestasi harapan negeri di masa depan.
Kemarin adalah batas waktu terakhir pendaftaran mahasiswa baru.
Semalam kami semua tepekur, jika orang tua angkat Yuli yg miskin saja bisa mengangkat seorang anak yatim dan membesarkannya hingga dewasa, apalagi kami yg telah dianugerahi ilmu dan kehidupan lebih mapan.
Tuhan selalu hadir di tengah org miskin, tak salah pepatah yang mengatakan: 'Jika engkau mencari wajah Tuhan, carilah Dia diantara orang-orang miskin. Saat kau membantu orang miskin itu, kau akan bisa melihat wajah Tuhan yg tersenyum kepadamu'.

Selama satu minggu Alumni IPB Bersatu, tak mau menyerah pasrah kepada catatan kemiskinan.
Belum pernah ada hari-hari sedashyat itu, sambil menginjak bumi mereka semua ingin meraih langit.
Pekerjaan panjang baru saja dimulai, karena membuka sebuah pintu kebaikan harus diikuti dengan menunjukkan arah tujuan yg tepat bagi yg memasukinya.

Dana yg terkumpul itu barulah sebuah panjar, karena verifikasi atas kondisi kehidupan adik-adik tak mampu itu akan terus berjalan.
Dibutuhkan sebuah investasi besar di setiap awal semester, untuk memastikan mereka dapat terus melanjutkan kuliah hingga selesai.
Jiwa-jiwa wirausaha muda harus ditumbuhkan agar mereka tak terus menjadi beban, karena setiap tahun tentu akan muncul masalah yg sama yg harus segera dirancang pemecahannya.

Kerja keras telah dimulai,
sebuah semangat persatuan telah digalang.
Semoga semangat persaudaraan antara mahasiswa, jajaran civitas akademika dan seluruh alumni IPB tak lekang oleh waktu, pun tak kandas dimakan oleh jaman.

BRAVO IPB !!!....

Jujur, Manusia terlalu Berburuk Sangka pada ALLAH SWT

Isilah *titik-titik di bawah ini* dan mohon dijawab dengan jujur dan cepat.
1. Allah *menciptakan tertawa* dan (..........??)

2. Allah itu *mematikan* dan (............??)

3. Allah itu *menciptakan laki-laki* dan (............??)

4. Allah itu memberikan *kekayaan* dan (...........??)

*_Bagaimana jawabanya ?_*

Gampang kan ?

Sebagian besar jawaban ternyata memang benar, tapi hanya untuk point 1-3 saja.
Sedang untuk jawaban No.4, ternyata mayoritas salah.

*KENAPA ???* Sekarang mari kita bahas.

Mayoritas kita tentu akan dengan mudah menjawab nomor 1 - 3 :
1. Tertawa dan (Menangis)
2. Mematikan dan (Menghidupkan)
3. Laki laki dan (Perempuan)

Tapi bagaimana dengan no.4 ?

Apakah benar jawabannya adalah Kemiskinan..?

Nah untuk mengetahui jawabannya, mari kita lihat rangkaian firman Allah dalam Surah An-Najm ayat 43-45, dan 48, sbb:

*Jawaban no 1*
:ﻭَﺃَﻧَّﻪ ﻫُﻮَ ﺃَﺿْﺤَﻚَ ﻭَﺃَﺑْﻜَﻰ
"dan Dia-lah yang menjadikan orang *tertawa dan menangis.*"
(QS. An-Najm:43)


*Jawaban no 2*
:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻣَﺎﺕَ ﻭَﺃَﺣْﻴَﺎ
"dan Dia-lah yang *mematikan dan menghidupkan.*"
(QS. An-Najm:44)


*Jawaban no 3*
:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺰَّﻭْﺟَﻴْﻦِ ﺍﻟﺬَّﻛَﺮَ ﻭَﺍﻟْﺄُﻧﺜَﻰ
"dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan *laki-laki dan perempuan*. "
(QS. An-Najm:45)


*Jawaban no 4*
:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻏْﻨَﻰ ﻭَﺃَﻗْﻨَﻰ
"dan Dia-lah yang memberikan *kekayaan dan kecukupan.*"
(QS. An-Najm:48)

Ternyata jawaban yang nomor 4 kita sudah berburuk sangka kepada Allah SWT

Sesungguhnya Allah hanya memberikan _*kekayaan dan kecukupan*_ kepada hamba-hamba Nya bukan kemiskinan seperti yang telah kita sangkakan.

استغفرالله العظيم

Ternyata yang *menciptakan kemiskinan* adalah diri kita sendiri. *Kemiskinan itu selalu kita bentuk dalam pola pikir kita*.

Itulah hakikatnya, mengapa orang-orang yang pandai bersyukur walaupun hidup cuma PAS PASAN tapi ia tetap bisa TERSENYUM ?
Karena ia merasa cukup, bukan merasa miskin seperti kebanyakan orang lainnya...

*Semoga kita termasuk dari golongan orang-orang yang selalu merasa CUKUP dan selalu BERSYUKUR dalam segala hal*

Aamiin Aamiin Ya Robbal Aalamiin.....

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan. Maaf Lahir Batin..

WASPADA adanya PROPAGANDA terselubung dalam Parenting

Pendidikan mengganti kata "JANGAN" dengan kalimat positif lainnya adalah PROPAGANDA terselubung dalam PARENTING. 
Waspadai adanya Propaganda Terselubung dalam Parenting. Ingatlah selalu Anak adalah aset paling berharga dunuia kahirat.



Menarik... Rangkuman dr ceramah ustadz Faudhil Adzim, Abah ihsan dan Budi Azhari
ADA APA DENGAN KATA 'JANGAN'

Untuk para orang tua & pendidik harap di simak dengan seksama....!!!!
Kekeliruan Buku Pendidikan:
(1). Mengharomkan kata JANGAN
Salah seorang pendidik pernah berkata, "Pintu terbesar yang paling mudah dimasuk oleh YAHUDI adalah 2 yaitu
  • dunia psikologi dan
  • dunia pendidikan."


Karena itulah, berangkat dari hal ini.
Kita akan mengupas beberapa "KEKELIRUAN" pada
  • buku-buku
  • pendidikan,
  • seminar,
  • teori pendidikan, dll.
yang kadang sudah menjangkiti beberapa para pendidik muslim, para ayah dan ibu.
Beberapa waktu lalu, saya sepakat dengan hal ini.

Maka dengan tertulisnya artikel ini, saya BERTAUBAT kepada Alloh subhanahu wa ta'ala dari bahayanya doktrin di atas.

Mari kita lihat, beberapa perkataan-perkataan
'DALAM PENDIDIKAN' tentang larangan mengucapkan kata JANGAN pada anak,

Diantaranya Ay*h Ed*,
dia mengatakan pada buku "Ay*h Ed* Menjawab" hal. 30,
"..gunakan kata-kata preventif, seperti
  • hati-hati,
  • berhenti,
  • diam di tempat, atau
  • stop.
Itu sebabnya kita sebaiknya tidak menggunakan kata JANGAN karena alam bawah sadar manusia tidak merespons dengan cepat kata JANGAN..."

Pada media online, det*k.com, pernah menulis judul artikel :
'Begini Caranya Melarang Anak
Tanpa Gunakan Kata 'Tidak' atau
JANGAN,
bertuliskan demikian,
"...Tak usah bingung, untuk melarang anak tak melulu harus dengan kata JANGAN atau tidak..."

Pada sebuah artikel lain, berjudul,
"Mendidik Anak Tanpa Menggunakan Kata JANGAN”
tertulis,
"Kata JANGAN akan memberikan nuansa negatif dan larangan dari kita sebagai orang tua,
maka dari itu coba untuk mengganti dengan kata yang lebih positif dan berikan alasan yang dapat diterima anak..."

Nah, inilah SYUBHAT (KERAGUAN). Indah nampaknya, tapi di dalamnya terkandung "bahaya yang kronis".

Mari kita bahas syubhat yg mereka gelontorkan.
Sebelumnya, kalau kita mau teliti, mari kita tanyakan kepada mereka yang melarang kata JANGAN,
apakah ini punya landasan dalam al-Qur'an dan hadits?
Apakah semua ayat di dalam al-Qur'an tidak menggunakan kata "Laa (JANGAN)"?

Mereka pun mengatakan jangan terlalu sering mengatakan JANGAN.
Sungguh mereka lupa bahwa lebih dari 500 kalimat dalam ayat Al-Qur’an menggunakan kata JANGAN. Allohu Akbar, banyak sekali! Mau dikemanakan kebenaran ini?
Apa mau dibuang?
Dan diadopsi dari teori dhoif?

Kalau mereka mengatakan kata JANGAN bukan tindakan preventif (pencegahan),
maka kita tanya, apakah Anda mengenal Luqman AL-Hakim?
Surah Luqman ayat 12 sampai 19. Kisah ini dibuka dengan penekanan Allaah bahwa Luqman itu orang yang diberi hikmah, orang arif yang secara tersirat kita diperintahkan untuk meneladaninya (“walaqod ataina luqmanal hikmah….” . dst)

Apa bunyi ayat yang kemudian muncul?

Ayat 13 lebih TEGAS menceritakan bahwa Luqman itu berkata kepada anaknya,
“Wahai anakku, JANGANLAH engkau menyekutukan Alloh.
Sesungguhnya syirik itu termasuk dosa yang besar”.
Inilah bentuk tindakan preventif yang divaliditas dalam al-Qur'an.

Sampai pada ayat 19, ada 4 kata “laa” (JANGAN) yang dilontarkan oleh Luqman kepada anaknya,
yaitu:
  • “laa tusyrik billah”,
  • “fa laa tuthi’humaa”,
  • “wa laa tusho’ir khoddaka linnaasi”, 
  • dan “wa laa tamsyi fil ardli maraha”.

Luqman tidak perlu mengganti kata “JANGAN menyekutukan Alloh” dengan
(misalnya) “Esakanlah Alloh”.
Pun demikian dengan “Laa” yang lain, tidak diganti dengan kata-kata kebalikan yang bersifat anjuran.
Mengapa Luqmanul Hakim tidak menganti "JANGAN" dengan "diam/hati-hati"? Karena ini bimbingan Alloh.

Perkataan "JANGAN" itu mudah dicerna oleh anak, sebagaimana penuturan Luqman Hakim kepada anaknya.

Dan perkataan JANGAN juga positif, tidak negatif.
Ini semua bimbingan dari Alloh subhaanahu wa ta'aala, bukan teori pendidikan Yahudi.

Adakah pribadi psikolog atau pakar parenting pencetus aneka teori ‘modern’ yang melebihi kemuliaan dan senioritas Luqman? Tidak ada!

Luqman bukan nabi, tetapi namanya diabadikan oleh Allaah dalam Kitab suci karena ketinggian ilmunya.
Dan tidak satupun ada nama psikolog kita temukan dalam kitabullah itu.

Membuang kata “JANGAN” justru menjadikan anak hanya DIMANJA oleh pilihan yang serba benar.

Ia tidak memukul teman bukan karena mengerti bahwa memukul itu terlarang dalam
agama, tetapi karena lebih memilih berdamai.

Ia tidak sombong bukan karena kesombongan itu dosa,
melainkan hanya karena menganggap rendah hati itu lebih aman baginya.

Dan, kelak, ia tidak berzina bukan karena takut adzab Allaah, tetapi karena menganggap bahwa menahan nafsu itu pilihan yang dianjurkan orang tuanya.
Nas alulloha salaman wal 'afiyah.
Anak-anak hasil didikan tanpa “JANGAN” berisiko tidak punya “sense of syariah” dan keterikatan hukum.

Mereka akan sangat tidak peduli melihat kemaksiatan bertebaran, tidak perhatian lagi dengan  "amar ma'ruf nahi mungkar",  tidak ada lagi minat untuk mendakwahi manusia yang dalam kondisi bersalah, karena dalam hatinya berkata “itu pilihan mereka, saya tidak demikian”. Mereka bungkam melihat penistaan agama karena otaknya berbunyi “mereka memang begitu, yang penting saya tidak melakukannya”.
Itulah sebenar-benar paham liberal, yang ‘humanis’, toleran, dan menghargai pilihan-pilihan.



Jadi,
yakini dan praktikkanlah teori parenting Barat itu agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi liberal.
Simpan saja AL-Qur’an di lemari paling dalam dan tunggulah suatu saat akan datang suatu pemandangan yang sama seperti kutipan kalimat di awal tulisan ini.

Astagfirulloh...
Semoga Alloh subhanallohu wa ta'aala memberi taufik kepada kita semua.....
Aamiin......
Mari kita renungkan bersama

Kajian Islam bersama RADIO ISLAM INDONESIA

Alhamdulillah di masa ini Allah Azza Wa Jalla menolong ummat Islam untuk menuntut ilmu syar’i dengan tersedianya berbagai sarana yang memudahkan ummat untuk belajar ilmu agama dari para ulama, da’i dan para ustadz. Salah satunya dari sarana tersebut adalah Radio Muslim sahabat muslim sejati ini.
Maka kami mengajak ummat muslim sekalian untuk menyebarkan ilmu syar’i yang disiarkan melalui Radio Muslim ini dengan memasang banner dan player Radio Muslim di berbagai website, blog, situs jejaring atau forum. Caranya mudah, copy kode HTML yang ada di dalam kotak. Kemudian paste di halaman web atau halaman blog yang anda miliki. Banner disediakan dalam beberapa ukuran, sehingga anda dapat menyesuaikannya dengan layout website anda.
Semoga Allah Azza Wa Jalla membalas amal kebaikan anda dengan balasan yang lebih baik. Cukuplah apa yang dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:
من سن في الإسلام سنة حسنة كان له أجرها وأجر من عمل بها من بعده لا ينقص ذلك من أجورهم شيئاً ومن سن في الإسلام سنة سيئة كان عليه وزرها ووزر من عمل بها من بعده لا ينقص من أوزارهم شيئاً
Artinya: “Orang yang menunjukkan sebuah perbuatan kebaikan dalam Islam, ia akan mendapatkan pahala ditambah pahala orang yang melakukan sesudahnya tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun. Dan orang yang menunjukkan perbuatan keburukan, ia akan mendapat dosa ditambah dosa orang yang melakukan setelahnya tanpa mengurangi dosa orang tersebut” (HR. Muslim).

KUNJUNGI : http://radiomuslim.com

Antara AADC seri-2 dan AADS seri-100an

Siapa yang tahu apa itu AADC ?
Siapa yang tahu apa itu AADS ?

Anak-anak Aleppo Suriah menjadi korban perang

Kalian terlalu sibuk mikirin "Ada Apa Dengan Cinta (AADC)" hingga tak tahu "Ada Apa dengan Suriah (AADS)"

Tidak fair rasanya kalau kita hanya mencari tahu, membaca cerita, dan kemudian rame-rame menonton AADC yang hanya 2 seri.  Sedangkan AADS sudah ratusan seri terjadi, tapi kita tidak peduli.

Suriah sebelum terjadinya perang

Tahukah Kalian kalau lebih dari 200 kali serangan udara sudah mendarat di Aleppo, Suriah. Stasiun pemompa air mendapat 2 serangan udara kemarin malam, suplai air bersih terputus. Selama 8 hari dilaporkan 260 serangan udara,110 serangan artileri 18 Rudal dan 68 bom. 250  warga sipil (Kaum muslimin) dibunuh. Wanita dan anak-anak dibunuh, rumah sakit dan masjid di bom. Menurut saksi mata dari Aleppo, ini adalah serangan paling brutal sejak perang dimulai.


Kemana para aktivis HAM (Human Rights) ? Kemana orang2 yang mengaku Aktivis Cinta perdamaian?

Suriah sedang butuh pertolongan kita, bisa melalui doa atau bantuan dengan mengirimkan infaq terbaik melalui penyalur2 Infaq yg ada disekitar kita. Serta jangan lupa Share + posting berita2 seputar penyerangan membabi buta di Syria, jangan biarkan berita-berita itu hilang tertelan cerita film, cerita politik, dan sebagainya.


Sebelum dan setelah perang

#SaveAleppo
#SaveSyria
#AleppoisBurning
#PrayforAleppo

** Syria = Suriah

Mengapa Yahudi Mengincar Anak-anak Palestina?

Holocaust in Palestine itu sudah mencapai lebih dari 1200 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak. Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka.
Biadab. Tentara Izrael menodongkan senjata ke anak-anak Palestina

Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza. Seperti yang diketahui, setelah lewat dua minggu, jumlah korban tewas akibat penyerangan tersebut, yg tentunya sangat berat sebelah.

Sebulan lalu, seusai Ramadhan 1429 Hijriah, Khaled Misyal, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz Alquran. Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.
Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan Alquran. Tak ada main video-game atau mainan-mainan bagi mereka. Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena akibat ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.
(sa/ eramuslim.com)

Israel Gunakan Senjata Kimia di Gaza


Israel menggunakan zat berbahaya untuk membantai warga Gaza dalam serangan daratnya. Bom-bom yang digunakan pasukan Zionis mengandung fosfor putih, sebuah zat yang berbahaya dan mematikan bagi manusia.

Fosfor putih, oleh badan intelejen AS dimasukkan ke dalam katagori "senjata kimia". Orang yang terkena serpihan dari bom yang mengandung fosfor putih akan mengalami luka bakar yang mengerikan.
Times Online mengutip keterangan seorang pakar keamanan Israel yang mengatakan, "Pemandangan dari ledakan bom yang mengandung zat berbahaya itu akan terlihat fantastik, dengan asap tebal yang bisa membutakan mata pihak musuh, sehingga pasukan kami bisa bergerak maju."

Dalam serangan artileri pasukan Israel ke Jalur Gaza hari Minggu kemarin, diketahui bahwa bom-bom yang ditembakan dari tank-tank Israel mengandung fosfor putih. Itu artinya, Israel telah menggunakan senjata kimia berbahaya yang penggunaannya masih menjadi kontroversi di dunia.
Hari Minggu kemarin, anggota tim dokter dari Norwegia Dokter Mads Gilbert juga mengatakan bahwa tim medisnya menemukan sisa-sisa uranium pada sejumlah korban luka di Gaza.

Times Online dalam laporannya mengatakan, penggunaan senjata kimia dalam serangan ke Jalur Gaza akan memicu kontroversi atas metode-metode serangan yang digunakan militer Israel. Israel juga menggunakan bom-bom yang mengandung fosfor putih dalam perang 34 hari dengan Hizbullah di Libanon sehingga banyak menimbulkan korban jiwa.
Inilah bukti kemunafikan negara-negara Barat seperti AS yang tetap memberikan dukungan buta pada Israel meski rezim ilegal itu telah menggunakan senjata kimia berbahaya terhadap warga sipil. Bedakan dengan sikap AS terhadap Irak, yang merasa perlu menumbangkan Saddam Hussein dan menghancurkan Irak dengan tuduhan Irak memiliki senjata pemusnah massal berbahaya. Padahal tuduhan itu tidak pernah terbukti hingga sekarang. Tapi ketika Israel yang menggunakan senjata pemusnah massal, AS tidak berbuat apapun untuk menghentikan Israel.(ln/prtv)

Coca cola Malaysia Ketakutan

Perusahaan minuman ringan Coca Cola menyatakan kekhawatirannya atas seruan boikot terhadap produk minuman tersebut dan produk-produk AS lainnya yang dilakukan oleh organisasi-organisasi Muslim di Malaysia, menyusul serangan brutal Israel ke Jalur Gaza.
Pihak Coca Cola mengatakan, seruan boikot itu bisa mengganggu perekonomian Malaysia dan warga negeri Jiran itu sendiri. "Seperti semua orang, kami sangat prihatin dengan situasi kemanusiaan di Timur Tengah," kata Kadri Taib, humas dan direktur komunikasi perusahaan Coca Cola Malaysia dalam pernyataannya.

"Karena bisnis kami yang bersifat lokal, kami yakin seruan boikot terhadap produk-produk kami bukan cara yang tepat, karena yang akan paling terpukul adalah perekonomian, bisnis dan warga lokal sendiri," ujarnya.
Dalam pernyataannya, Taib mengatakan bahwa Coca Cola Malaysia mempekerjakan sekitar 1.700 warga Malaysia dan 60 persen dari pegawainya adalah Muslim.
Organisasi-organisasi Muslim di Malaysia menyerukan boikot terhadap produk-produk AS, termasuk Coca Cola dan franchise kedai kopi Starbucks dalam aksi protes yang mereka gelar hari ini di Masjid Nasional di Kuala Lumpur.
Seruan boikot itu disambut oleh Asosiasi Konsumen Islam Malaysia dan Asosiasi Pengelola Restoran Muslim Malaysia. Mereka tidak lagi menyediakan minuman Coca Cola dalam menu di restoran-restoran mereka yang jumlahnya ribuan.
"Kami berharap konsumen Muslim secara penuh ikut serta mengirimkan pesan yang kuat pada Israel dan sekutu-sekutunya agar tidak terus menerus menganiaya umat Islam," demikian pernyataan Asosisasi Konsumen di Malaysia.
Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohammad juga menyerukan boikot secara luas produk-produk AS dan mata uang dollar sebagai bentuk protes atas dukungan AS pada Israel. "Mereka tidak akan mati jika tidak menggunakan produk AS," kata Mahathir yang ikut berunjuk rasa bersama 5.000 warga Malaysia di depan kedubes AS.
"Saya berharap Starbucks dan McDonald's tidak beroperasi lagi di sini," tandas Mahathir yang juga menyerukan agar negara-negara Arab menghentikan pasokan minyaknya ke AS.
Seruan boikot produk AS pro Zionis juga dilontarkan dalam aksi massa di Italia. "Kita tidak bisa tinggal diam melihat apa yang terjadi di Gaza. Kami sudah mempertimbangkan untuk membuat daftar pengusaha yang memiliki kaitan dengan Tel Aviv, karena masyarakat tidak banyak tahu siapa saja mereka," kata Giancarlo Desiderati, anggota lembaga perdangan di Italia.
Sayangnya, di Indonesia gerakan boikot ini belum menggema. Para pengusaha dan tokoh-tokoh di Indonesia belum ada yang berani secara terbuka menyerukan boikot terhadap produk-produk AS pendukung Zionis Israel. (sumber: eramuslim.com)

Rakyat Palestina Terharu akan Dukungan Muslim Indonesia

Dr. Hidayat Nur Wahid, Ketua MPR, mengatakan kepada pers tadi siang sehabis memberikan khutbah Jumat di Masjid Al-Azhar Jakarta, bahwanyanya kondisi sekarang ini memang sangat sulit untuk membantu rakyat Palestina di Jalur Gaza. “Beberapa hari yang lalu, saya menemui para pemimpin negara Islam Timur Tengah di Qatar, dan mereka tampak mempunyai posisi yang sulit karena desakan Israel yang didukung oleh AS.” Ujarnya.

Ia pun sempat menemui korban-korban kekejaman Israel yang sudah dievakuasi di Yordan.. “Saya mengatakan kepada mereka bahwa rakyat Indonesia selalu bersama warga Palestina. Saya terangkan bahwa muslim di Indonesia dihalangi oleh berbagai aturan visa, passport, dan terutama biaya. Tapi selalu, rakyat muslim Indonesia tidak pernah meninggalkan mereka.” tandasnya dengan mata yang berkaca-kaca. “Mereka menyambutnya dengan haru dan menyatakan terima kasih setinggi-tingginya kepada rakyat Indonesia. Dan mereka mengatakan bahwa dukungan seperti itulah yang sangat mereka butuhkan saat ini.”

Lebih jauh lagi, Dr. Dayat—begitu beliau biasa dipanggil—mengajak muslim Indonesia khususnya untuk tak pernah berhenti memberikan dukungan kepada Palestina. “Palestina itu dijajah oleh Israel. Jangan pernah kita lupa untuk berdoa kepada Allah swt supaya rakyat Palestina kembali mendapatkan kembali haknya.” (sa) sumber: eramuslim.com

Boikot Israel