Showing posts with label muallaf. Show all posts

Ratusan Bus di kota-kota besar UK Membawa Tulisan SUBHANALLAH

The slogan reads ‘Subhan Allah’ – which translates as ‘Glory be to God’ – and feature on hundreds of buses across the country as part of a campaign by the Islamic Relief.

Ratusan bus di sejumlah kota di Inggris membawa poster iklan bertuliskan SubhanAllah yang diprakarsai oleh Islamic Relief. Ini dilakukan untuk menyambut bulan suci Ramadan dan menunjukkan citra positif Islam serta mengumpulkan dana bagi korban perang di negeri Muslim.


Poster iklan itu dapat dilihat di bus-bus kota London, Manchester, Leicester, Birmingham dan Bradford, yang memiliki jumlah penduduk Muslim terbanyak di wilayah Inggris.




Islamic Relief mengatakan, poster iklan itu diharapkan dapat dijadikan sarana untuk pengumpulan dana bagi korban perang dan bencana di negara-negara seperti Suriah dan menghapus citra negatif Islam.


The group have targeted the ad campaign to raise money for victims of the Syrian Civil War during the holy month of Ramadan in June, when muslims traditionally fast and give to charity.

"Banyak hal negatif di sekitar Muslim. Kami ingin mengubah persepsi tentang Islam. Kampanye ini adalah tentang merobohkan segala hambatan dan kesalahpahaman," ujar direktur Islamic Relief, Imran Madden.
According to Huffington Post, Islamic Relief, the biggest Muslim charity in Britain, is funding  for the campaign. The charity argued that the campaign would portray Islam and international aid in a positive way.  The organisers are hoping that the campaign will inspire the Muslims to channel their anger over Syrian war into humanitarian efforts.
Islamic Relief telah membantu lebih dari 100 juta orang di seluruh dunia sejak didirikan di Birmingham 1984 lalu. Lebih dari 140 juta poundsterling atau setara Rp 2,7 triliun dana bantuan telah mereka kirim ke Syiria.

WASPADA adanya PROPAGANDA terselubung dalam Parenting

Pendidikan mengganti kata "JANGAN" dengan kalimat positif lainnya adalah PROPAGANDA terselubung dalam PARENTING. 
Waspadai adanya Propaganda Terselubung dalam Parenting. Ingatlah selalu Anak adalah aset paling berharga dunuia kahirat.



Menarik... Rangkuman dr ceramah ustadz Faudhil Adzim, Abah ihsan dan Budi Azhari
ADA APA DENGAN KATA 'JANGAN'

Untuk para orang tua & pendidik harap di simak dengan seksama....!!!!
Kekeliruan Buku Pendidikan:
(1). Mengharomkan kata JANGAN
Salah seorang pendidik pernah berkata, "Pintu terbesar yang paling mudah dimasuk oleh YAHUDI adalah 2 yaitu
  • dunia psikologi dan
  • dunia pendidikan."


Karena itulah, berangkat dari hal ini.
Kita akan mengupas beberapa "KEKELIRUAN" pada
  • buku-buku
  • pendidikan,
  • seminar,
  • teori pendidikan, dll.
yang kadang sudah menjangkiti beberapa para pendidik muslim, para ayah dan ibu.
Beberapa waktu lalu, saya sepakat dengan hal ini.

Maka dengan tertulisnya artikel ini, saya BERTAUBAT kepada Alloh subhanahu wa ta'ala dari bahayanya doktrin di atas.

Mari kita lihat, beberapa perkataan-perkataan
'DALAM PENDIDIKAN' tentang larangan mengucapkan kata JANGAN pada anak,

Diantaranya Ay*h Ed*,
dia mengatakan pada buku "Ay*h Ed* Menjawab" hal. 30,
"..gunakan kata-kata preventif, seperti
  • hati-hati,
  • berhenti,
  • diam di tempat, atau
  • stop.
Itu sebabnya kita sebaiknya tidak menggunakan kata JANGAN karena alam bawah sadar manusia tidak merespons dengan cepat kata JANGAN..."

Pada media online, det*k.com, pernah menulis judul artikel :
'Begini Caranya Melarang Anak
Tanpa Gunakan Kata 'Tidak' atau
JANGAN,
bertuliskan demikian,
"...Tak usah bingung, untuk melarang anak tak melulu harus dengan kata JANGAN atau tidak..."

Pada sebuah artikel lain, berjudul,
"Mendidik Anak Tanpa Menggunakan Kata JANGAN”
tertulis,
"Kata JANGAN akan memberikan nuansa negatif dan larangan dari kita sebagai orang tua,
maka dari itu coba untuk mengganti dengan kata yang lebih positif dan berikan alasan yang dapat diterima anak..."

Nah, inilah SYUBHAT (KERAGUAN). Indah nampaknya, tapi di dalamnya terkandung "bahaya yang kronis".

Mari kita bahas syubhat yg mereka gelontorkan.
Sebelumnya, kalau kita mau teliti, mari kita tanyakan kepada mereka yang melarang kata JANGAN,
apakah ini punya landasan dalam al-Qur'an dan hadits?
Apakah semua ayat di dalam al-Qur'an tidak menggunakan kata "Laa (JANGAN)"?

Mereka pun mengatakan jangan terlalu sering mengatakan JANGAN.
Sungguh mereka lupa bahwa lebih dari 500 kalimat dalam ayat Al-Qur’an menggunakan kata JANGAN. Allohu Akbar, banyak sekali! Mau dikemanakan kebenaran ini?
Apa mau dibuang?
Dan diadopsi dari teori dhoif?

Kalau mereka mengatakan kata JANGAN bukan tindakan preventif (pencegahan),
maka kita tanya, apakah Anda mengenal Luqman AL-Hakim?
Surah Luqman ayat 12 sampai 19. Kisah ini dibuka dengan penekanan Allaah bahwa Luqman itu orang yang diberi hikmah, orang arif yang secara tersirat kita diperintahkan untuk meneladaninya (“walaqod ataina luqmanal hikmah….” . dst)

Apa bunyi ayat yang kemudian muncul?

Ayat 13 lebih TEGAS menceritakan bahwa Luqman itu berkata kepada anaknya,
“Wahai anakku, JANGANLAH engkau menyekutukan Alloh.
Sesungguhnya syirik itu termasuk dosa yang besar”.
Inilah bentuk tindakan preventif yang divaliditas dalam al-Qur'an.

Sampai pada ayat 19, ada 4 kata “laa” (JANGAN) yang dilontarkan oleh Luqman kepada anaknya,
yaitu:
  • “laa tusyrik billah”,
  • “fa laa tuthi’humaa”,
  • “wa laa tusho’ir khoddaka linnaasi”, 
  • dan “wa laa tamsyi fil ardli maraha”.

Luqman tidak perlu mengganti kata “JANGAN menyekutukan Alloh” dengan
(misalnya) “Esakanlah Alloh”.
Pun demikian dengan “Laa” yang lain, tidak diganti dengan kata-kata kebalikan yang bersifat anjuran.
Mengapa Luqmanul Hakim tidak menganti "JANGAN" dengan "diam/hati-hati"? Karena ini bimbingan Alloh.

Perkataan "JANGAN" itu mudah dicerna oleh anak, sebagaimana penuturan Luqman Hakim kepada anaknya.

Dan perkataan JANGAN juga positif, tidak negatif.
Ini semua bimbingan dari Alloh subhaanahu wa ta'aala, bukan teori pendidikan Yahudi.

Adakah pribadi psikolog atau pakar parenting pencetus aneka teori ‘modern’ yang melebihi kemuliaan dan senioritas Luqman? Tidak ada!

Luqman bukan nabi, tetapi namanya diabadikan oleh Allaah dalam Kitab suci karena ketinggian ilmunya.
Dan tidak satupun ada nama psikolog kita temukan dalam kitabullah itu.

Membuang kata “JANGAN” justru menjadikan anak hanya DIMANJA oleh pilihan yang serba benar.

Ia tidak memukul teman bukan karena mengerti bahwa memukul itu terlarang dalam
agama, tetapi karena lebih memilih berdamai.

Ia tidak sombong bukan karena kesombongan itu dosa,
melainkan hanya karena menganggap rendah hati itu lebih aman baginya.

Dan, kelak, ia tidak berzina bukan karena takut adzab Allaah, tetapi karena menganggap bahwa menahan nafsu itu pilihan yang dianjurkan orang tuanya.
Nas alulloha salaman wal 'afiyah.
Anak-anak hasil didikan tanpa “JANGAN” berisiko tidak punya “sense of syariah” dan keterikatan hukum.

Mereka akan sangat tidak peduli melihat kemaksiatan bertebaran, tidak perhatian lagi dengan  "amar ma'ruf nahi mungkar",  tidak ada lagi minat untuk mendakwahi manusia yang dalam kondisi bersalah, karena dalam hatinya berkata “itu pilihan mereka, saya tidak demikian”. Mereka bungkam melihat penistaan agama karena otaknya berbunyi “mereka memang begitu, yang penting saya tidak melakukannya”.
Itulah sebenar-benar paham liberal, yang ‘humanis’, toleran, dan menghargai pilihan-pilihan.



Jadi,
yakini dan praktikkanlah teori parenting Barat itu agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi liberal.
Simpan saja AL-Qur’an di lemari paling dalam dan tunggulah suatu saat akan datang suatu pemandangan yang sama seperti kutipan kalimat di awal tulisan ini.

Astagfirulloh...
Semoga Alloh subhanallohu wa ta'aala memberi taufik kepada kita semua.....
Aamiin......
Mari kita renungkan bersama

Benarkah SABAR itu ada Batasnya ?

Bismillahirrahmanirrahim

SABAR ITU TAK ADA BATASNYA

Hakikatnya, kesabaran itu tidak memiliki batas sebagaimana pahala yang Allah sediakan bagi mereka yang bersabar pun tiada batasnya.

Allah SWT berfirman : "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS. Az-Zumar: 10).

Sabar adalah amalan yang agung, sampai-sampai Allah katakan bahwasanya Dia bersama orang yang sabar.

"Dan bersabarlah! Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Anfal:46)

DIbutuhkan Guru Ngaji se-Indonesia GAJI minimal 2 juta/bulan

Dibutuhkan! #GuruNgaji di seluruh Nusantara

Yayasan Askar Kauny bekerjasama dengan BNI Syariah, sedang mencari #Guru Ngaji di 70 kota di Indonesia dengan tugas sebagai berikut
  1. Mengajarkan anak-anak berusia 6-10 tahun agar bisa mengaji
  2. Menghafal Al-Quran menggunakan metode Menghafal Al-Quran Semudah Tersenyum 1 pertemuan 1 ayat. Menghafal beberapa surat di Juz 30
  3. Memberikan bimbingan karakter/akhlaq kepada siswa didik
  4. Jadwal belajar 2-3 kali dalam sepekan, 1 jam per pertemuan, setiap pukul 4 sore waktu setempat
  5. Jumlah siswa berkisar antara 20-30 siswa

Proses pembelajaran akan dilakukan di kantor cabang BNI Syariah di kota terdekat
Periode I dilaksanakan mulai 11 April - 4 Juni 2016
  • Gaji mulai Rp 2 juta per bulan

Persyaratan:
  1. Muslim Ikhwan/Akhwat
  2. Memiliki semangat mengajar anak berusia 6-10 tahun
  3. Kreatif, ceria dan bisa membuat suasana kelas gembira
  4. Bisa mengajarkan hafalan dengan metode Menghafal Al-Quran Semudah Tersenyum
  5. Mematuhi kurikulum ajar yang disediakan
  6. Memiliki bacaan tajwid/makhraj yang baik benar
  7. Disiplin memberikan laporan aktivitas pembelajaran dalam bentuk foto/video/narasi
  8. Member HOTS/TOT/ODT Askar Kauny diutamakan

Kirimkan lamaran anda melalui Whatsapp atau email paling lambat tanggal 22 April 2016 dalam format

 #GuruNgaji
Nama Lengkap :
Jeniskelamin : 
Umur        
NomorWhatsapp
Daerah Yang di lamar
⚙ PengalamanMengajar

Kirim ke WA 081299294471 atau ✉ info@kauny.com

Berikut ini beberapa daerah penempatan #GuruNgaji Askar Kauny

Yogyakarta
Kusuma Negara, Bulak Sumur, Godean, Kaliurang, Bantul, RS Mata Dr YAP, FE UII, RS PKU Muhammadiyah

Pekalongan
Masjid Syuhada, Tegal, RS Islam Siti Khodijah

Semarang
Jl. Ahmad Yani, Univ. Sultan Agung, Ungaran, Teaching Hospital, Hidayatullah Jl Durian Selatan

Malang
Jl. Jaksa Agung Suprapto, Batu, Kepanjen Jl. A Yani, Pengadilan Agama Kepanjen

Pasuruan
Jl. Panglima Sudirman

Banjarmasin
Jl. Jendral A. Yani, Sungai Danau, Batulicin, SMAN 7

Jakarta Timur
Komplek Graha Mas Pemuda, Kalimalang, Cibubur, Cililitan, Otista, Buaran, RS Haji Jakarta

Jakarta Selatan
Fatmawati, UIN Syarif Hidayatullah, Tebet, Bintaro Veteran, Cilandak, Panglima Polim, Kalibata, Juanda Ciputat

Bandung
Jl. Buah Batu, Cigondewah, Dago, Suropaticore, Cimahi, Geger Kalong, Jatinangor, Universitas Pendidikan Indonesia

Padang
Jl. Belakang Olo, Bandar Buat, Gajah Mada, Dharmasraya, RS Yarsi, RS Bunda Medical Center

Makassar
Jl. Andi Pangeran Pettarani, Gowa, Latimojong, RS Ibnu Sina, Universitas Indonesia Timur

Medan
Jl. Kapten Maulana Lubis, Katamso, Binjai, Pusat Pasar Medan, Univ. Islam Sumatera Utara

Palembang
Jl. Jendral Sudirman, Lubuk Linggau, Demang

Jakarta Pusat
Benhil, Gedung Kemenag RI, Mahkamah Agung, Jl. Jendral Sudirman, Gedung Tempo, Sekertariat Mahkamah Agung, Salemba, Roxy, Mampang Square

Surabaya
Jl. Darmo, Jl. Rajawali, Jl. Diponegoro, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Sumenep, Dharmawangsa, Ngagel

Pekanbaru
Jl. Jendral Sudirman, Panam, Pangkalan Kerinci, UIN SUSKA

Cirebon
Jl. Sisingamaraja, Plered, Univ. Muhammadiyah

Surakarta
Jl. Slamet Riyadi, Sragen, Klaten, STIKES Muhammadiyah Klaten

Bogor
Jl. Pajajaran, Tajur, Cibubur Country, Cibinong, Sentul

Balikpapan
Jl. Jendral Sudirman, Ruko Balikpapan Baru

Jakarta Utara
Kelapa Gading, Pasar Koja, Enggano, Harco Mangga Dua, Cempaka Mas, Sunter, Cakung, RSU Sukapura Cakung, RS Pelabuhan

Tangerang
BSD, Cimone, Gading Serpong, Bintaro Kebayoran Arcade, Pamulang, Karawaci, SMP Insan Robbany

Lampung
Tanjung Karang, Bandar Jaya

Madiun, Tulungangung, Jember, Banyuwangi

Kediri
Ruko Hayam Wuruk, Gudang Garam, Uniska, PG/TK/SD Plus Rahmat, STIKES Surya Mitra Husada, Univ. Nusantara PGRI

Banda Aceh
Jl. Tengku Daud Beureueh, Univ. Ar Rainy, Lhokseumawe, Beureun

Bekasi
Sentra Niaga A. Yani, Jababeka Cikarang, Tambun, Pondok Gede, Harapan Indah, Sekolah Teratai Putih, Yayasan Al Fida

Batam
Jl. Raden Patah, Batuaji, Tanjung Balai Karimun, POLTEK Negeri Batam

Jakarta Barat
Meruya, Univ. Trisakti, Cengkareng, Ciledug

Cilegon, Serang

Depok
Margonda, Cinere, Sawangan

Samarinda, Tarakan, Pontianak, Sintang, Palangkaraya, STAIN Palangkaraya

Purwokerto, Cilacap, Kudus, Jepara, Banjar Baru

Jambi, Bukittinggi, Payakumbuh, Bengkulu, Univ. Muhammadiyah Bengkulu

Denpasar, Mataram, Masbagik

Karawang, Sukabumi, Cianjur

Tasikmalaya
Mesjid Agung, Yayasan Al Muttaqin Jl. Sutisna, Yayasan Al Furqon Mekarsari

Palu, Universitas Al Khairat Palu, Kendari

Informasi Lanjut
0812 9929 4471
http://www.kauny.com

Ketika Pelatih Sepakbola Asal Prancis Memilih Masuk Islam

Untuk sebagian orang yang menjadi Mualaf, kadang butuh waktu untuk membuka jati dirinya sebagai seorang Muslim yang baru saja mengucapakan dua kalimat syahadat. Begitulah yang dialami pasangan suami isteri Phillipe dan Dominique Troussier.
Di Maroko keislaman Phillipe Troussier menjadi berita yang menarik bagi banyak orang, karena Phillipe termasuk salah satu tokoh yang dikenal luas masyarakat Maroko, terutama pecinta olahraga sepakbola. Karena Phillipe adalah seorang pelatih tim sepakbola level internasional dan pernah melatih tim sepakbola nasional Maroko.
Karena merasa tidak nyaman dengan pemberitaan yang luas tentang keislamannya, Phillipe dan isterinya memberikan keterangan resmi bahwa mereka berdua memang sudang masuk Islam, seperti dilansir kantor berita MAP. Phillipe memilih nama Islam, Omar sedangkan Dominique, istrinya memilih nama Islam Amina.
Phillipe yang kini berusia 53 tahun, masuk Islam pada tahun 2006. Ketika itu ia mengatakan,"Saya masuk Islam, untuk mengharmonikan keyakinan saya dengan negara dimana saya tinggal sekarang. Saya mencintai negara Maroko dan Maroko juga mencintai saya. Ini merupakan keputusan tentang cinta dan rasa hormat."
Sebelum melatih tim nasional Maroko, Phillipe pernah melatih tim sepakbola nasional Afrika Selatan untuk menghadi World Cup tahun 1998 dan tim sepakbola nasional Jepan menjelang World Cups tahun 2002.
Acara syukuran kecil-kecilan setelah pasangan asal Prancis itu mengucapkan syahadat di gelar di kota Rabat, kota tempat mereka tinggal. Phillipe dan Dominique mengikrarkan diri masuk Islam dengan disaksi dua orang saksi.
Bagi teman-teman dekat Phillip dan Dominique berita masuk Islam kedua pasangan itu bukan hal yang mengejutkan. Mereka tahu, selama ini Phillipe punya perhatian khusus terhadap agama Islam. Meski Phillipe merasa harus menyembunyikan dulu jati dirinya sebagai Muslim.
Dalam keterangan pers, Phillipe mengaku tidak nyaman dengan pemberitaan yang beredar, tentang keputusannya masuk Islam. "Informasi itu menyebar seperti desas-desus, saya pikir salah satu sahabat saya yang telah membocorkan informasi ini," kata Phillipe.
Namun Phillipe dan Domonique dalam wawancara dengan surat kabar berbahasa Prancis L'Opnion mengungkapkan, peristiwa ketika mereka mengucapkan dua kalimat syahadat merupakan momen yang istimewa dan menggetarkan.
Kedua pasangan mualaf itu mengangkat dua anak Maroko, yang mereka asuh dan mereka didik. Sebuah surat kabar Maroko menulis laporannya tentang keislaman Phillipe dengan kalimat,"Sebagai Muslim, kami bahagia melihat seorang tokoh terkenal dan memiliki pribadi kuat seperti Phillipe Troussier menjadi bagian dari agama yang mengajarkan toleransi dan perdamaian.
"Selamat datang Omar dan Amina, di Kerajaan Yang Maha Kuat, Kerajaan Kebanaran," tulis harian itu. (ln/iol... eramuslim.com)